Bangkai Paus Terdampar di Pantai Asahan

11

MEDAN, Lapan6tv |  Bangkai Paus Bungkuk yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan yang memiliki berat sekitar 20 ton rencananya ditanam hari ini.

Kepala Desa Silo Baru, Ahmad Sofyan mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan karena sulitnya mengevakuasi bangkai paus tersebut.

“Tadi baru saja bangkai paus di daratkan kapal ke pinggir,” katanya, Rabu (15/1).

Ahmad menuturkan bahwa karena ukuranya begitu besar, daging paus akan dipotong-potong untuk memudahkan proses penguburan.

“Dagingnya di fillet, baru tulang tulangnya di naikkan ke truk untuk dibawa ke Museum Rahmat Gelery,” tuturnya.

Sebelumnya Pemkab Asahan sempat bingung untuk mengevakuasi mamalia itu pasalnya ukurannya sangat besar. Beberapa opsi penanganan bangkai, sempat muncul, mulai dari penenggelaman, dibiarkan membusuk, penguburan, hingga membakarnya.

Bahkan Sofyan mengungkapkan bahwa, karena dikhawatirkan membahayakan nelayan, Pemkab Asahan mengimbau nelayan dan masyarakat menjauhi paus itu, karena dikhawatirkan bisa meledak.

“Dalam perut paus itu ada gas yang akan berkembang dan akan membuat ledakan di dalam perut, jadi kami sudah mengantisipasi, agar masyasrakat dan nelayan menghindar dari situ,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa terdamparnya, mamalia berukuran 14 meter itu, bermula pada Rabu (8/12) kemarin, di mana para nelayan menemukan paus terdampar di Perairan Pantai Silo Baru. Selanjutnya mereka berinisatif menggiring paus itu ke tengah laut dengan kapal motor

Namun pada Jumat (10/1) pagi, paus itu kembali terdampar, kali ini lokasinya 5 mil dari lokasi pertama ditemukan atau lebih tepatnya 500 meter dari bibir pantai. Selanjutnya para nelayan bersama masyarakat mengevakuasi paus dengan menarik tubuhnya ke tengah. Namun upaya tidak berhasil.(Wij)

BERITA TERKAIT  Ditabrak Kereta Api, Pengemudi dan Penumpang Betor Tewas