BUMN Buka Kemungkinan Anak Usaha Jiwasraya Dikuasai Asing

75

Jakarta, Lapan6tv I Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan sinyal bahwa anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berpotensi dikuasai asing. Anak usaha yang dimaksud adalah PT Jiwasraya Putra.

“Anak perusahaan bisa jadi (dikuasai asing). Tapi kalau induknya tidak mungkin,” ucap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Selasa (26/11).

Saat ini Kementerian BUMN sedang melakukan uji tuntas (due dilligence) dengan sejumlah investor. Beberapa investor yang menjalani uji tuntas berasal dari asing. Namun, Arya tak menyebut secara pasti jumlah investor asing yang berminat menjadi investor di Jiwasraya Putra.

“Tunggu, tunggu saja karena kami buat Jiwasraya ini jadi bagus. Kalau kami mau jual barang harus diperbaiki dulu,” katanya.

Saat ini, Kementerian BUMN sedang berupaya memperbaiki keuangan Jiwasraya yang sedang cekak. Terakhir, Kementerian BUMN telah melaporkan indikasi kecurangan di Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Namun, Arya enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hasil investigasi di Kejagung. Menurunnya, Kementerian BUMN masih menunggu laporannya secara detail.

“Kami menunggu dari Kejagung, nanti Kejagung akan laporkan. Kami lihat,” imbuh Arya.

Kendati begitu, Arya menyebut pihaknya terus meminta perkembangan dari manajemen terkait keuangan perusahaan setiap pekan. Hal tersebut sebagai upaya Kementerian BUMN untuk mengontrol kondisi di Jiwasraya.

“Karena kan mau memasukkan investor, maka kami harus intens (berkomunikasi). Kami melihat kan harus mengundang investor dari luar dan sebagainya jadi harus intens,” jelasnya.

Jiwasraya telah menunda kewajiban pembayaran klaim untuk produk saving plan yang dijual melalui tujuh bank mitra (bancassurance). Perusahaan menyatakan nilai total pembayaran klaim yang tertunda sebesar Rp802 miliar sampai 10 Oktober 2018.

Terkait anak usaha yang dibentuk Jiwasraya, perusahaan telah menggandeng beberapa BUMN lain, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pegadaian (Persero). (res/cnn)

BERITA TERKAIT  Listrik Kembali Padam di Sejumlah Wilayah di Jakarta dan Tengerang