Demo Buruh Perempuan di Monas Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

17

Jakarta, Lapan6tv I Sejumlah buruh perempuan yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja.

Pantuan detik di depan pintu barat Monas, Jumat (6/3/2020) massa buruh perempuan ini mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 09.58 WIB dan membawa poster yang berisi tuntutan mereka. Sejumlah buruh laki-laki juga hadir sebagai pengamanan aksi massa buruh perempuan.

Isi poster tuntutan para buruh perempuan di antaranya bertuliskan ‘International Women’s Day 2020: Hapus Diskriminasi Pph 21 Tolak Omnibus Law Stop Kekerasan dan Pelecehan Dalam Dunia Kerja’. Ada pula poster yang bertuliskan ‘Tolak Omnibus Law: Hak Cuti Haid Hilang, Jakarta Cuti Melahirkan Hilang, Hak Cuti Keguguran Kandungan Hilang, Hak Cuti Menikah Hilang’.

Satu mobil komando juga disiagakan dalam aksi kali ini. Terlihat satu orang buruh perempuan berorasi di atas mobil komando tersebut.

“Selamat datang kawan-kawan. Hari ini kita kaum buruh perempuan dari Bekasi, Tanggerang, Jakarta, Bogor dan lainnya kita juga ingin menyuarakan tuntutan kita. Jangan ada lagi yang menghindar dari terik matahari. Pegang masing-masing poster tuntutan kita. Jangan datang hanya untuk selfie, kawan-kawan,” ujar orator di atas mobil komando.

Polisi juga telah bersiaga di Pintu Barat Monas. Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi yang ditemui di lokasi mengatakan pihaknya belum akan melakukan rekayasa lalu lintas imbas demo buruh hari ini.

“Nggak ada, belum (penutupan lalin),” ujar Lilik.(res/dtc)

BERITA TERKAIT  Mahfud Md Cerita Keluhan Kelompok Radikal yang Ogah Dukung Pemerintah