Eka Deli Kordinator Artis Terlibat Investasi Bodong MeMiles

50

Surabaya, Lapan6tv I Penyanyi Eka Deli (ED) mendatangi Ditreskrimsus Polda Jatim untuk diperiksa keterlibatannya dalam kasus investasi bodong MeMiles. Ternyata, Eka berperan sebagai koordinator artis.

Usai menilik pemeriksaan Eka sebagai saksi, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan membeberkan peran Eka.

“Ini terkait hasil keterangan pemeriksaan dari ED yang kami dalami, mungkin juga terkait dengan orang-orang, karena ED ini kan sebagi koordinator artis,” kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (13/1/2020).

Selain itu, Luki menyebut keterangan Eka ini sangat dibutuhkan. Karena dari Eka, tak menutup kemungkinan akan ada artis lain yang diajak bergabung di MeMiles.

“Tidak menutup kemungkinan ada publik figur lain masuk di dalam, apakah dia sebagi endorse langsung, atau mungkin dia sebagai member, atau sebagai korban,” imbuh Luki.

Namun, Luki enggan merinci peran Eka sebagai koordinator artis.

“Itu nanti. Itu silakan tanya penyidik Pak Dirkrimsus, ada proses lebih lanjut, pengembangan asal usul lebih lanjut, pengembangan dari mana asal usul, kami akan kembangkan,” pungkas Luki.

Ada empat tersangka dalam kasus investasi bodong MeMiles. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.

Selain itu, dalam praktiknya, MeMiles juga memberikan iming-iming hadiah fantastis dan tak masuk akal pada nasabah. Misalnya saja hanya investasi ratusan ribu, nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti TV, Kulkas, hingga AC.

BERITA TERKAIT  Panglima TNI-Kapolri Hadiri Latihan Pasukan di Jayapura

Hal ini lah yang membuat peminat MeMiles melonjak. Dalam 8 bulan beredar, MeMiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi pun menyita uang total Rp 122 Miliar yang tersisa di rekening utama.(res/dtc)