Komplotan Pembunuh Bayaran Mantan Wartawan dan Caleg Ditangkap

8
Enam pelaku pembunuh bayaran terhadap mantan wartawan dan Caleg di Labuhan Batu berhasi, ditangkap. (Foto ;Istimewa)

MEDAN, Lapan6tv I Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengultimatum tiga DPO kasus pembunuhan Maraden Sianipar, mantan wartawan serta Maratua Parasian Siregar, mantan Caleg Nasdem yang dihabisi di perkebunan sawit KSU Amelia, Labuhan Batu, Rabu (30/10) lalu.

 

“Imbauan kita, melalui rekan-rekan  media kepada 3 pelaku yang masih  DPO untuk segera menyerahkan diri,” katanya, Jumat (8/11).

 

Agus juga meminta pihak keluarga pelaku untuk koperatif, apabila mengetahui keberadaanpelaku agar berkoordinasi kepada pihak kepolisian. Apabila ketiga pelaku tidak kooperatif, jendral bintang 2 ini menegaskan pihaknya tudak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para  pelaku.

 

“Mudah-mudahan, didengar oleh mereka, dengan bantuan keluarga untuk menyerahkan para pelaku ini. Semua pelaku, mulai dari otak pelaku yang melakukan eksekutor, bisa kita ajukan untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan supaya perkara ini  bisa dituntaskan,” ungkapnya.

 

“Kita kasi tempo satu minggu,  apabila pelaku  tidak koperatif, kita tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas (menembak pelaku),” tegas jenderal bintang dua tersebut.

 

Seperti diketahui, dalam pemaparannya,  tim gabungan dari Pplres Labuhanbatu dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut mengamankan 5 tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di lahan  milik negara itu.

 

Ke lima tersangka yakni Victor Situmorang, alias Pak Revi (55), Sabar Hutapea (55) alias Pak Tati (ditangkap  Sat Reskrim Labuhan Batu), ditangkap di kediaman masing-masing Selasa (5/11) di Sei Berombang Panai Hilir Labuhan Batu.

 

Sedangkan tiga tersangka lain yang ditangkap Tim  Dit Reskrimum dipimpin Kasubdit  III/Jahtanras Polda Sumut AKBP M Simanjuntak yakni Daniel Sianturi (40) di Rumah Saudaranya di Desa Janji Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas (5/11) lalu, kemudian tersangka Jampi Hutahaean, alias Katimin (42), ditangkap (6/11) lalu di kos-kosannya di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe.

BERITA TERKAIT  Sesama Terduga Teroris Berkomunikasi Melalui Media Sosial

 

Selanjutnya diamankan  Wibharry Padmoasmolo alias Harry tersangka yang  diduga kordinator para pelaku dalam mengeksekusi  kedua korban. Harry diamankan di kediamannya di Komplek Perumahan CBD Kelurahan  Suka Damai Medan Polonia.

 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Resekrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, mengatakan  ketiga tersangka yang masih DPO  yakni JS alias Jos (20), Rik (20), HS (38).

 

“Jadi tersangka JS  alias Jos membacok perut korban  Martua Parasian Siregar sebanyak 1 kali dengan parang, dan membantu mengangkat mayat korban, dibuang ke parit.

 

“Sedangkan tersangka R menusuk dan membacok bagian perut, punggung dan boking korban sebanyak 4 kali, sedangkan tersangka HS membacok korban hingga tewas. Kedua tersangka JS dan R  ini mendapat jatah (uang eksekusi) masing-masing Rp. 7 juta, sedangkan HS sebesar Rp. 9 juta,” pungkasnya.(pis)