Komunitas Sepeda Kutuk Aksi Teroris dan Tolak Dimakamkan di Medan

55

MEDAN, Lapan6tv | Mengutuk keras aksi teror yang dilakukan kelompok terduga teroris di Mapolrestabes Medan beberapa hari lalu dilontarkan Zunaidi Kliwon Ketua Komunitas Sepeda Amphibi Medan.

Zunaidi mengatakan ketenangan dan kondusifnya masyatakat kota Medan selama terganggu dengan ulah dan aksi teror yang dilakukan kelompok teroris.

” Saat ini masyarakat sudah tenang, namum terusik gara-gara teroris yang sengaja ingin membuat kekacauan,” jelasnya.

Masyarakat, khususnya komunitas sepeda Amphibi tidak menerima dan mrngutuk keras aksi teror tersebut.

” Kebencian ini timbul di hati masyarakat, sampai kalau bisa jenazah pelaku teror tidak dimakamkan di kota Medan,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Dedi, pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas pengemudi ojek online.

Aksi yang dilakukan RMN, pelaku bom bunuh diri tidak dapat ditoleri lagi karena sangat merasahkan masyarakat khususnya warga kota Medan.

” Aksi teror yang di lakukan oleh kelompok ini sudah sangat meresahkan apalagi pelaku mengenakan embel-embel ojek online,” kata Dedi kepada wartawan, Minggu (17/11).

Perbuatan tak manusia yang dilakukan oleh tersangka bom bunuh dan jaringannya menimbulkan kebencian masyarakat.

” Saya tidak simpati dengan aksi para kelompok radikal yang mengatasnama agama,” ucapnya.

Secara pribadi, lanjut Dedi menolak jenazah ketiga kelompok ini dimakamkan di TPU yang ada di Medan.

” Akibat aksi para pelaku hingga mengakibatkan sejumlah warga yang tak bersalah terluka, lebih baik jenazah para terduga ini jangan di makam kan di kota Medan,” paparnya.

Aksi teror yang dilakukan RMN dengan mengenakan atribut Ojol juga berdampak pada kepercayaan pada pengemudi ojol.

” Saya dengar di sejumlah daerah, banyak warga menjadi takut untuk menggunakan jasa ojek online,” ungkapnya.( Hendel)

BERITA TERKAIT  Non Aktifkan Ribuan Guru, Bupati Sudah Kordinasi Dengan Kemendikbud