MPR : Drone akan Digunakan Untuk Perkuat Pertahanan & Ekonomi

36

Jakarta, Lapan6tv I Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong kerja sama antara Indonesia dan Turki sejak 2010 di industri pertahanan dan pengembangan teknologi terus ditingkatkan. Hal ini karena potensi sumber daya yang dimiliki Turki, salah satunya FNSS serta adanya keterbukaan terkait peluang kerja sama dengan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan fokus untuk memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan keamanan (hankam) domestik dan kemandirian industri pertahanan nasional di Indonesia selaras dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

“Kerjasama industri pertahanan Indonesia dengan Turki selanjutnya memiliki dasar legalitas yang lebih kuat lagi melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pengesahan Persetujuan Tentang Kerja Sama Industri Pertahanan Antara Pemerintah Republik Indonesia Dan Pemerintah Republik Turki,” jelas Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (4/11/2020).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat melakukan kunjungan kerja ke Pusat Industri Strategis FNSS Defence System, di Ankara, Turki, Selasa (3/11). Kunjungan kerja pimpinan MPR RI ini atas undangan Ketua Majelis Agung Nasional Turki, H.E. Mr. Mustafa Sentop.

Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Syarifuddin Hasan dan Fadel Muhammad. Serta anggota MPR RI dari unsur DPR RI Mohammad Ichsan Firdaus dan anggota MPR RI dari unsur DPD RI Djafar Alkatiri.

Lebih lanjut, Bamsoet menuturkan penguatan kerja sama antara Indonesia dan Turki juga sudah tercermin dari intensitas kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Turki sebanyak empat kali berturut-turut pada medio tahun 2019-2020.

“Dari serangkaian kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia tersebut, telah dihasilkan komitmen kedua pihak untuk memperkuat serta mengembangkan kerja sama industri pertahanan. Mulai dari riset dan pengembangan, produksi dan pemasaran bersama, pembelian, perawatan serta capacity building,” ungkap Bamsoet.

BERITA TERKAIT  Polisi Sebut Eggi Sudjana Kenal Tersangka Kasus Bom Ketapel

Wakil Ketua Umum Kadin ini memaparkan salah satu bentuk kerja sama yang disepakati adalah pengambangan medium tank yang dikenal dengan Tank Harimau. Dengan berat 20-40 ton dan dibekali canon berkaliber 90-105 mm, tank ini mampu melahap segala kondisi lapangan di Indonesia seperti rawa dan juga laut.

“MPR RI berharap penguatan kerjasama di bidang industri pertahanan antara FNSS dengan PT Pindad dapat terus dijaga dan dikembangkan. Sehingga, menjadi pendorong bagi peningkatan kerjasama lainnya, baik pada bidang industri pertahanan lainnya,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, seiring kemajuan teknologi, industri pertahanan juga akan senantiasa berkembang. Sehingga percepatan penguasaan teknologi pertahanan menjadi sebuah keniscayaan, salah satunya peluang penggunaan teknologi drone.

“Termasuk mencari peluang penggunaan teknologi drone yang tidak hanya untuk industri pertahanan nasional. Tetapi juga untuk penguatan kegiatan ekonomi lainnya, seperti untuk mendukung food estate, pembangunan desa, pengawasan sektor perikanan dan kelautan serta lainnya. Hal ini dilakukan mengingat Turki diakui memiliki teknologi drone terbaik di Eropa maupun dunia,” ujar Bamsoet.

Sementara itu, Ketua MPR RI ke-15 ini juga menyambut baik kerja sama pengembangan vaksin COVID-19 antara Indonesia dan Turki dan mendoakan agar hasilnya bisa dimanfaatkan oleh kedua negara dan secara global

“Kami merasa senang bahwa Menteri yang membidangi Riset dan Teknologi dari kedua negara, bersama dengan tim masing-masing, telah bertukar pandangan dalam kerangka kerjasama pengembangan vaksin COVID-19,” pungkas Bamsoet.(dtc/re)