Orang Karo Calon Walkot Medan, Nambah Warna Kontestan Pilkada 2020

79

 

MEDAN, Lapan6tv | Adanya putra Karo yang nantinya ikut dalam perhelatan pilkada Kota Medan 2020, menambah warna dalam kontestasi politik pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan yang sebentar lagi akan berlangsung.

Hal itu diungkapkan pengamat Sosial dan Politik, Wara Sinuhaji. Namun Wara juga menegaskan, jika nantinya memang ada Putra Karo yang akan bertarung, setidaknya mempersiapkan diri untuk lebih matang.

“Memang kan sudah ada beberapa nama Karo yang wacananya untuk ikut. Namun ini kan tidak bisa dibiat main-main, harus memiliki perahu dan dan persiapan lainya.
Kita harus apresiasi dan dukung rencananya tersebut untuk maju. Dan kita harapkan akan muncul juga nama-nama tokoh karo lainnya,” kata Wara, Rabu (25/12/2019).

Begitupun, ia mengatakan tetap mensuport jika nantinya ada Putra Karo yang ikut andil dalam penilihan mendatang. Apalagi Kota Medan dulunya didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan kemudian dari sebuah desa berkembang menjadi sebuah pusat perkotaan. Dan dari dulu, tidak pernah kita lihat orang Karo menjadi Wali Kota Medan ini.

“Kalau melihat sejarah kita sama-sama tahu, yang mendirikan kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1950. Ini harusnya menjadi cemeti bagi orang Karo dan sudah saatnya orang Karo muncul jadi calon wali kota Medan untuk bertarung pada Pilkada 2020. Tapi ya tadi itu, tidak bisa dibuat main-main, dan harus punya persiapan matang,” tegasnya.

Dikatakan Wara, dengan penduduk Kota Medan yang heterogen, makan harus dicari siapa kira-kira tokoh-tokoh Karo yang punya kapasitas, kapabilitas untuk diajukan menjadi kandidat Wali Kota Medan pada 2020 yang akan datang. “Bila tercapai target jadi Wali Kota Medan, maka ini mengangkat harkat dan martabat orang Karo sebagai pendiri Kota Medan,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT  Ketua PSI Sumut Undur diri dari Partai

Wara mengatakan, dari skill dan kemampuan mungkin banyak tetapi dalam kontek politik kita yang masih butuh duit dan materi memiliki peran penting dalam berkompetisi. “Artinya calon itu selain punya skil , juga harus punya uang untuk modal bertempur dalam pilkada sekarang ini. Kalau tidak ada uang jangan harap. Biaya operasional untuk ikut ditahap awal saja sekitaran Rp25 miliar,” tukas dia.

Begitupun katanya, banyak orang Karo yang mampu untuk ikut berperan dalam kontestasi politik ini, namun menurutnya masih ada yang malu-malu dan sungkan. “Saya sangat yakin banyak orang Karo yang mampu, namun masih sungkan. Orang Karo ini sifatnya low profil, rendah hati dan rendah diri. Kepada para politisi Karo dihimbau supaya mencari figur orang Karo menjadi Wali Kota Medan,” tandasnya.(Res)