Rencana Pembunuhan Hakim Direkontruksikan Ada 5 TKP

12

MEDAN, Lapan6tv I Usai melakukan rekonstruksi di rencana  pembunuhan Jamaluddin di Kafe Everiday Jalan Ring Road/Gagak Hitam, petugas kemudian melakukan rekonstruksi di Coffee Town yang berada di Jalan Ngumban Surbakti.

Pada saat rekonstruksi itu, terkuak bahwa tersangka JP menghubungi tersangka RF untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Jamaluddin.

Rekonstruksi tersebut bahwa pada Senin 25 November 2019, tersangka JP mengajak tersangka RF bertemu di Coffee Town yang berada di Jalan Ngumban Surbakti. Kemudian terangka RF datang yang tidak lama kemudian JP dan ZH datang secara bersamaan ke Coffee Town.

Di kafe itu ketiganya kemudian duduk dan berbincang. Di mana, tersangka JP mengatakan kepada RF “Dek, ada yang mau abang sampaikan, kak Hanum ada masalah sama suaminya. Selama ini suka main perempuan, suka marah-marah sama orang tua kak Hanum dan suaminya merendahkan keluarga kak Hanum, kak Hanum tidak bisa sama suaminya kalau bercerai di pengadilan dia mau kalau suaminya di bunuh,” kata JP.

Mendengar cerita JP, RF pun langsung menjawab dan mengatakan kepada ZH apakah yang dikatakan JP tersebut benar.

“Betul itu kak, nanti kakak cuma memanfaati bang Jeffri, karena setau Reza bang Jeffri orangnya lurus tidak neko-neko dari dulu. Kakak serius gak nyuruh kayak gitu,” ucap RF.

Kemudian ZH mengatakan bahwa apa yang dikatakan JP tersebut betul.

“Iya serius, memang rencana kami mau nikah sama bang Jeffri bukan main-main. Selama ini kakak udah gak tahan, udah lama kakak pendam, udah cukup sakit hati lah. Reza memang mau bantui bang Jeffri sama kakak untuk bunuh suami kakak. Kalau udah siap bunuh, kakak kasih uang seratus juta dan setelah itu kita pergi Umrah,” kata ZH kepada RF.

BERITA TERKAIT  Polisi Periksa Admin Twitter Wamenag Terkait Kasus Peretasan

Mendengar itu, seketika RF mengiakan rencana pembunuhan terhadap Jamaluddin.

“Iya kak Reza mau, tapi kakak serius kan sama bang Jeffri. Nanti cuma memanfaati aja,” ucap RF.

“Enggak, tanya aja langsung sama abang mu,” jawab ZH.

Setelah pembicaraan tersebut selesai, ZH mengatakan bahwa untuk melakukan pembunuhan tersebut sekitar pukul 19.00 WIB pada hari itu dirinya akan menjemput JP dan RF di depan Pajak Johor.(Res)