Tiga Bandar Sabu Dibekuk Polres Tanjungbalai

60

 

TANJUNGBALAI, Lapan6tv | Petugas Sat Narkoba Polres Tanjung Balai menangkap 3 orang tersangka kasus narkotika jenis sabu. Ketiganya ditangkap di lokasi terpisah karena saling ‘menyanyi’.

“Ada tiga tersangka diamankan di lokasi berbeda,” kata Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, melalui Kasat Narkoba AKP Putra Jani Purba SH, Kamis (5/3/2020).

Dia mengatakan, awalnya petugas menangkap Syaf (29), warga Jalan HM Nur Koramil, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut).

Dari tanyan Syaf diamankan barang bukti 1 bungkus potongan plastik transparan diduga berisi sabu dengan berat kotor 30,71 gram, 1 unit HP merk OPPO warna merah, dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat Nopol BK 6406 QAH. “Tersangka ditangkap sebuah rumah di Jalan Melati,” jelasnya.

Tak mau masuk penjara sendiri, Syaf pun langsung ‘menyanyi’. Dia mengatakan, sabu miliknya tersebut dibeli dari tersangka MI (33), warga Jalan Pasar Benteng. Petugas bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka MI.

Dari tangan MI diamankan barang bukti 1 unit HP merk Samsung warna putih, dan 1 unit sepeda motor merk Mio Soul warna hitam Nopol BK 5685 QAC.

Saat diperiksa, MI langsung menyebut bandar sabu lainnya, yakni AH (43), warga Jalan Jenderal Sudirman.

Petugas kemudian bergegas menangkap AH di Jalan Jalan M Abbas. Dari tangan AH diamankan 1 paket diduga berisi sabu dengan berat kotor 60,60 gram, 7 paket kecil diduga berisi sabu dengan berat total 7,32 gram, 1 unit HP merk Nokia warna hitam dan 1 unit sepeda motor Honda Vario 150 warna putih tanpa plat. “Semua barang bukti milik AH ditemukan di dasboard depan sepeda motor yang dikendarainya,” jelasnya.

BERITA TERKAIT  Over Kapasitas, Polsek Medan Timur Bangun Sel Tahanan

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ketiga tersangka dan barang bukti langsung digelandang ke Kantor Sat Narkoba Polres Tanjung Balai. “Terhadap ketiganya dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 subs Pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati,” tandasnya. (Res)